Showing posts with label Solusi Global Warming. Show all posts
Showing posts with label Solusi Global Warming. Show all posts

Monday, February 16, 2009

Dampak Pemanasan Global

Dampak Dari Pemanasan Global
Dampak dari pemanasan global adalah sejumlah keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan suhu bumi. Akibat pemanasan global, setiap spesies juga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dimana habitatnya terdegradasi atau mengalami penurunan kualitas. Setidaknya sebagai makhluk yang tinggal satu atap di planet bumi, kita tak akan membiarkan bumi ini kian lama kian meradang. Strategi pertama dan utama yang lebih baik dilakukan untuk mengurangi efek pemanasan global. Tentu saja adalah dengan mengubah perilaku individu, karena pemahaman terhadap efek dari pemanasan global yang ditanamkan hari ini berdampak besar pada generasi mendatang di kemudian hari, seperti menghemat penggunaan air dan lebih berhemat pada pemakaian listrik.


Pemanasan global terjadi karena terlalu banyak gas rumah kaca yang lepas di atmosfer. Gas rumah kaca didominasi oleh karbondioksida (CO2). Sebagian besar CO2 dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Atas dasar itu, penghematan dalam pemakaian listrik secara tidak langsung juga akan mengurangi kadar CO2 di atmosfer. Selain itu, efek pemanasan global dapat direduksi dengan melakukan penanaman pohon. Oleh karena CO2 dipergunakan tanaman untuk fotosintesis, maka penanaman pohon dalam jumlah banyak dapat menjadi solusi.

Pada titik ini, penanaman pohon secara massal perlu dilakukan, misalnya dengan membuat taman kota dan hutan kota serta menggalakkan kewajiban menanam pohon bagi instansi, perumahan atau lembaga lain. Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor sebagai penyumbang sumber CO2 terbesar di wilayah perkotaan juga perlu diantisipasi dengan mengubah perilaku hidup.

Perlu diingat, sekitar 70 % pencemaran udara dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Upaya mengurangi efek pemanasan global dapat juga dilakukan dengan mencari energi alternatif. Penggunaan energi alternatif yang dapat diperbaharui perlu dilakukan di Indonesia. Pembangkit listrik di Indonesia kebanyakan menggunakan bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam dimana ketiganya mengeluarkan CO2. Jadi, semakin kita boros menggunakan listrik, semakin banyak CO2 yang dikeluarkan. Daripada terus-menerus boros listrik dan pemerintah harus membangun pembangkit listrik berbahan fosil baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, alangkah lebih baik jika melakukan penghematan dalam penggunaan listrik.

Dengan melakukan penghematan listrik, anggaran pemerintah untuk subsidi listrik yang besar bisa dipakai untuk membangun pembangkit listrik dengan energi bersih, seperti sinar matahari, air, angin, biomassa, dan panas bumi. Sisi lain yang tak mungkin dilupakan untuk mencegah pemanasan global adalah dengan upaya pelestarian hutan.

Masyarakat dan pemerintah harus berupaya bersama-sama dalam menjaga hutan dari kebakaran. Negara-negara lain memandang kebakaran hutan yang kerap kali terjadi di Indonesia merupakan penyumbang CO2 terbesar di dunia. Bahkan, diwartakan di beberapa media massa bahwa Indonesia dituding menjadi negara ketiga penyumbang pemanasan global karena penebangan dan pembakaran hutannya yang cukup besar. Begitu juga dengan memperbaiki kualitas kendaraan dengan uji emisi dapat mereduksi efek dari pemanasan global. Uji emisi merupakan sarana untuk memperoleh kepastian mengenai kinerja mesin kendaraan apakah dalam kondisi prima atau sebaliknya.

Melakukan uji emisi dengan benar terhadap kendaraan bermotor perlu dilakukan karena mesin yang prima akan mengeliminir pembuangan gas karbon sehingga dapat ikut menjaga lingkungan dan hemat bahan bakar. Perlu juga dilakukan adalah dengan membina kelompok pelajar, mahasiswa, dan masyarakat pecinta lingkungan untuk bersama-sama berjuang mengatasi efek dari pemanasan global.

Upaya sadar lingkungan harus mulai digerakkan sedini mungkin pada anak-anak dan remaja. Yang jelas, strategi dan upaya untuk mereduksi efek pemanasan global haruslah didukung oleh segenap pihak. Meskipun hasilnya tidak dapat dilihat secara langsung dan cepat, upaya mengatasi dampak pemanasan global yang dilakukan saat ini akan dirasakan manfaatnya kelak. Efek pemanasan global tidak dapat dicegah hanya melalui individu, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika kita memulai upaya sadar lingkungan mulai saat ini demi generasi yang akan datang. Mari bertindak nyata demi masa depan bersama.

Pemanasan Global Dapat Diperlambat

Pemanasan Global Dapat Diperlambat

Setelah PBB mengeluarkan laporan mengenai kian memburuknya pemanasan globalsehingga para ahli dan wakil pemerintahan, Senin lalu, mulai membahasnya. Bersama aktivis lingkungan dan dengan komitmen untuk mengakhiri perdebatan di antara mereka, para ahli bertemu di Bangkok untuk menilai laporan PBB tersebut. Tujuan pertemuan tersebut adalah sebuah draft solusi sudah dapat digulirkan pada akhir pembahasan pada Jum’at (27 April 2007). Pertemuan tersebut diikuti lebih dari seratus negara yang menilai bahwa perbaikan lingkungan berbiaya murah sudah habis masanya karena meningkatnya emisi gas rumah kaca.

Ini merupakan survei ketiga dalam tahun yang sama oleh tim panel cuaca PBB, setelah penelitian pertama pada bulan Februari mengungkapkan bahwa 90 persen responden yang ditemui mengatakan bahwa manusia merupakan pihak yang disalahkan atas pemanasan global, dan penelitian kedua pada 6 April lalu yang menunjukkan adanya wabah kelaparan, kekeringan, dan naiknya ketinggian air laut. “Kita sedang melangkah untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan perubahan iklim global. Kita pasti dapat melakukannya.” Achim Steiner, kepala program liongkungan PBB mengatakan kepada Reuter dalam laporannya kepada Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). “Kami telah memahami masalah yang kini kian mebesar dan IPCC telah membuka pandangannya bagi berbagai solusi yang ada dan dapat dilakukan bersama,” ungkapnya kepada Reuters.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa menstabilkan emisi gas rumah kaca saja membutuhkan 0.2 hingga 3.0 persen dari GDP masyarakat dunia pada tahun 2030, tergantung tingkat kesulitan pertumbuhan emisi gas rumah kaca. Pertumbuhan GDP dunia, berdasarkan beberapa perkiraan, akan sangat rendah akibat meningkatnya penyakit akibat penggunaan bahan bakar fosil yang meningkatkan pemanasan global. Adapun draft yang disusun bersama mengungkapkan bahwa “Ada potensi ekonomi yang signifikan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh bidang dalam satu dekade ke depan termasuk menekannya hingga tingkatan di bawah ambang batas.

Kesimpulan itu diungkapkan oleh mantan kepala Bank Dunia yang juga pakar ekonomi Nicholas Stern, yang memperkirakan biaya yang diperlukan untuk mengurangi pemanasan global mencapai satu persen dari pengeluaran seluruh negara di dunia. Jumlahnya meningkat antara 5 hingga 20 persen bila tindakan pencegahannya ditunda. ada seribu lebih amandemen persetujuan yang disusun dalam dokumen 24 halaman bagi para pengambil kebijakan, sekalipun beberapa negara menilai rancangan ini terlalu berat bagi mereka dan terlalu banyak memuat jargon ilmiah semata.




Solusi Global Warming

Solusi Global Warming

Pada dasarnya, yang harus kita lakukan adalah mengurangi semaksimal mungkin segala ak­tifitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ada 5 (lima) hal utama yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan planet bumi:

1. Berhenti atau kurangilah makan daging!
2.
Batasilah emisi karbon dioksida!
3.
Tanamlah lebih banyak pohon!
4.
Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang!
5.
Gunakan alat transportasi alternatif untu mengurangi emisi karbon!